Tanpa kami sadari 30 menit setelah terjadi gempa datang gelombang yang sangat besar dengan tiga tahap, yang pertama-tama gelombangnya sangat kecil, tetapi gelombangnya bisa melewati bibir pantai dan masuk kepermukiman penduduk, dan gelombang kedua lebih besar dari gelombang pertama dimana bisa menyapu sebagian pohon-pohon yang terdiri dari akar-akar halus dan rumah-rumah yang semi permanen, dan yang ketiga adalah gelombang yang sangat besar dan ketinggiannya sampai setinggi 20 meter dimana menyapu segala sesuatu yang ada, baik itu rumah yang terbuat dari batu beton maupun pohon-pohon yangmempunyai akar yang kuat.
Ketika terjadi gelombang pertama kami agak bingung kenapa gelombang dan air laut bisa naik kedaratan, dan ketika orang-orang dipinggir laut beteriak mengatakan air laut naik-air laut naik kebanyakan orang-orang yang mendengarnya tidak percaya, ada ada yang berkata; mana bisa air laut bisa naik kedarat.
Karena kebanyakan dari masyarakat Aceh tidak tahu air laut yang naik kedarat itu adalah gelombang Tsunami, karena kami tidak tahu kalau terjadi gempa yang sangat besar dan kedalamannya sangat dangkal akan terjadi Tsunami. Tsunami memang pernah kami dengar, tetapi tidak pernah tahu kalau tsunami itu adalah gelombang yang sangat dasyat.
Oleh karena itu untuk mengetahui apa saja yang terjadi setelah Gelombang Tsunami melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam anda dapat mengungjungi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menjadi tujuan Wisata anda.
Untuk mengungjungi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam anda dapat mengunakan angkutan Darat, dari Medan anda dapat mengunakan Bus-Bus Umum, mengunakan bus umu dari Medan sampai Banda Aceh Ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam bisa ditempuh dengan 10 jam perjalanan, sedangkan dengan mengunakan angkutan udara, dari Medan sampai di Banda Aceh dapat ditempuh selama 45 menit.
Di Ibukota provinsi anda dapat mengunjungi Meseum Tsunami hasil bantuan dari Rakyat Jepang, Monumen Tsunami dimana Kapal yang beratnya 1000 ton dapat tedampar sejauh 4 kilometer dari pelabuhan, Rumah Adat Aceh, Meseum Negeri Aceh dimana menyimpan sisa kejayaan Kerajaan Aceh, Gonongan tempat pemandian putri-putri raja tempo dulu, Mesjid Raya Baiturrahman dimana mesjid yang unik dan termegah di Asia, Jika anda seorang yang suka dengan pantai anda dapat melanjutkan perjalanan ke Pulau Weh, di Pulau sabang anda dapat menyelam dimana alam bawah lautnya sangat indah, dan anda yang senang dengan selancar anda dapat berselancar dipantai Iboh Sabang dimana lautnya berbatas dengan Samudera Hindia yang terkenal ombaknya besar. Bagi anda yang senang dengan pertualangan alam, anda dapat mengunjungi Aceh Tenggara, dimana anda akan menemui alamnya yang sangat dasyat masih sangat bagus dengan Pergunungan Leusernya sebagai paru-paru dunia, dan anda yang senang dengan arum jeram dapat menelusuri sungai Alas yang sangat dasyat arusnya, dan disekelilingi sungai anda akan menemui binatang langka Orang Hutan, Badak, Harimau sumatera Gajah dan bagi anda peneliti dapat meneliti alam yang masih asri belum terjamak tangan manusia, seperti Bunga Bangkai (Reflesia).
Hanya sekian saja untuk lebih mengetahuinya coba kunjungi dan lihat langsung di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Ketika terjadi gelombang pertama kami agak bingung kenapa gelombang dan air laut bisa naik kedaratan, dan ketika orang-orang dipinggir laut beteriak mengatakan air laut naik-air laut naik kebanyakan orang-orang yang mendengarnya tidak percaya, ada ada yang berkata; mana bisa air laut bisa naik kedarat.
Karena kebanyakan dari masyarakat Aceh tidak tahu air laut yang naik kedarat itu adalah gelombang Tsunami, karena kami tidak tahu kalau terjadi gempa yang sangat besar dan kedalamannya sangat dangkal akan terjadi Tsunami. Tsunami memang pernah kami dengar, tetapi tidak pernah tahu kalau tsunami itu adalah gelombang yang sangat dasyat.
Oleh karena itu untuk mengetahui apa saja yang terjadi setelah Gelombang Tsunami melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam anda dapat mengungjungi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menjadi tujuan Wisata anda.
Untuk mengungjungi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam anda dapat mengunakan angkutan Darat, dari Medan anda dapat mengunakan Bus-Bus Umum, mengunakan bus umu dari Medan sampai Banda Aceh Ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam bisa ditempuh dengan 10 jam perjalanan, sedangkan dengan mengunakan angkutan udara, dari Medan sampai di Banda Aceh dapat ditempuh selama 45 menit.
Di Ibukota provinsi anda dapat mengunjungi Meseum Tsunami hasil bantuan dari Rakyat Jepang, Monumen Tsunami dimana Kapal yang beratnya 1000 ton dapat tedampar sejauh 4 kilometer dari pelabuhan, Rumah Adat Aceh, Meseum Negeri Aceh dimana menyimpan sisa kejayaan Kerajaan Aceh, Gonongan tempat pemandian putri-putri raja tempo dulu, Mesjid Raya Baiturrahman dimana mesjid yang unik dan termegah di Asia, Jika anda seorang yang suka dengan pantai anda dapat melanjutkan perjalanan ke Pulau Weh, di Pulau sabang anda dapat menyelam dimana alam bawah lautnya sangat indah, dan anda yang senang dengan selancar anda dapat berselancar dipantai Iboh Sabang dimana lautnya berbatas dengan Samudera Hindia yang terkenal ombaknya besar. Bagi anda yang senang dengan pertualangan alam, anda dapat mengunjungi Aceh Tenggara, dimana anda akan menemui alamnya yang sangat dasyat masih sangat bagus dengan Pergunungan Leusernya sebagai paru-paru dunia, dan anda yang senang dengan arum jeram dapat menelusuri sungai Alas yang sangat dasyat arusnya, dan disekelilingi sungai anda akan menemui binatang langka Orang Hutan, Badak, Harimau sumatera Gajah dan bagi anda peneliti dapat meneliti alam yang masih asri belum terjamak tangan manusia, seperti Bunga Bangkai (Reflesia).
Hanya sekian saja untuk lebih mengetahuinya coba kunjungi dan lihat langsung di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam